Metropolitan

Wajib Setor Rp 50-100 Ribu pada Muncikari Remaja Malah Dijadikan PSK Dijanjikan Jadi Pelayan Resto

Remaja remaja perempuan di Koja dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Mereka difoto lalu dipasarkan lewat aplikasi MiChat. Tarifnya antara Rp 300 400 ribu.

Pihak kepolisian baru saja melakukan penangkapan terhadap tiga muncikari yang menjajakan sejumlah remaja sebagai PSK. Mereka yang ditangkap adalah Dian Novianti, Kamsa Nur Cholis, dan Suryadi. Ketiganya ditangkap di rumah kos di Pondok Impian, Simpang Lima Semper, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (13/6/2020).

Para pelaku ditangkap setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari warga. Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini fakta fakta penangkapan muncikari yang menjajakan anak di bawah umur. Kapolsek Koja Komisaris Polisi Cahyo mengatakan, tiga muncikari tersebut menjajakan gadis gadis di bawah umur.

Saat melakukan penangkapan, didapati tuju orang anak korban perdagangan. Mereka rata rata berusia 15 17 tahun. Menurut Cahyo, para korban kebanyakan berasal dari Cianjur.

"Rata rata korban dari Cianjur. Mereka sengaja direkrut, ditampung di salah satu tempat kos yang mana kos tersebut disediakan para pelaku," katanya. Para muncikari tersebut, ternyata menjebak korban korbannya. Korban rata rata adalah mereka yang sudah putus sekolah.

Muncikari lalu menawarkan para korban untuk bekerja di Jakarta sebagai pelayan restoran. Mereka juga memberikan iming iming gaji yang tinggi. Remaja remaja tersebut lalu dikumpulkan di sebuah rumah kos untuk dipersiapkan guna melayani pria hidung belang.

Cahyo menambahkan, sebelum melayani pria hidung belang, para korban akan difoto. Foto tersebut kemudian dipasarkan lewat Michat. Lebih lanjut, Cahyo mengatakan, para korban tak akan mengetahui siapa yang akan dilayaninya.

Mereka baru akan bertemu di kamar kos. Muncikari muncikari tersebut memasang tarif ratusan ribu kepada para pelanggannya. Biasanya pria hidung belang harus membayar Rp 300 400 ribu setiap kali berhubungan intim.

"Harganya rata rata Rp 300 ribu 400 ribu," kata Kapolsek Koja Kompol Cahyo, Sabtu (27/6/2020), mengutip Sementara dari tarif tersebut, para muncikari memotong upah PSK. Menurut Cahyo, setiap PSK wajib membayar setoran Rp 50 100 ribu kepada muncikarinya.

Mereka akan mendapat Rp 200 300 ribu, "Kalau mami dan papinya bisa dapat Rp 50 100 ribu, ya mereka antara Rp 200 300 ribu dapatnya," katanya. Dea dan Kamsa ternyata merupakan pasangan suami istri yang bekerja sama dengan Suryadi sekitar 6 bulan terakhir.

Ketiga muncikari terjerat pasal 2 Undang undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Juncto Pasal 296 KUHP. Mereka terancam penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

Pemuda di Aceh Utara Terkapar di Rumah Orang Tuanya Usai Membakar Diri di Kandang Kambing

Previous article

Minggu 28 Juni 2020 Pukul 21.00 WIB Sinopsis Film Lucy Tayang di GTV Malam Ini

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *