Nasional

Usaha Diberbagai Sektor Pindah Kewarganegaraan Sosok Djoko Tjandra Buron yang Berhasil Ditangkap

Buron kelas kakap, Djoko Sugiarto Tjandra dikabarkan telah berhasil ditangkap. Djoko Tjandra merupakan tersangka dalam kasus pengalihan hak tagih Bank Bali. Diketahui lokasi terakhir Djoko Tjandra berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Diberitakan , Djoko Tjandra akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Kamis (30/7/2020) malam. Menggunakan pesawat khusus, rombongan dijadwalkan tiba pukul 22.00 WIB. Djoko Tjandra telah berangkat dari Malaysia pukul 21.00 WIB menuju ke Indonesia.

Hari Kamis (30/07) sekira pukul 22:00 TIM PENYIDIK GABUNGAN BARESKRIM POLRI dan Buronan Joko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah dengan pesawat khusus. Ada info lain segera diupdate. Kemudian siapakah sosok Djoko Tjandra?

Diberitakan , Djoko Tjandra merupakan pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat 27 Agustus 1951. Data tersebut berada di dalam database kependudukan pada 2008 lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif.

Zudan juga menerangkan, data Djoko Tjandra tersebut tidak mengalami perubahan. "Data kependudukan yang bersangkutan dari tahun 2008 sampai dengan 8 Juni 2020 tidak ada perubahan nama, alamat, tempat dan tanggal lahir," ungkap Zudan. Selanjutnya dilansir , Djoko Tjandra diketahui merupakan seorang pengusaha yang memiliki usaha diberbagai sektor.

Seperti pada tahun 1968, ia membuka sebuah toko grosir bernama Toko Sama Sama di Jayapura, Papua. Lalu di tahun 1972, mengembangkan bisnis hingga Papua Nugini dengan membuka toko bernama Papindo. Kemudian ia mendirikan sebuah perusahaan di bidang kontraktor, bernama PT Bersama Mulia di Jakarta.

Tak sampai di situ, Djoko Tjandra juga membuka bisnis distribusi di Melbourne, Australia. Djoko Tjandra turut mendapatkan proyek besar dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Seperti Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Di tahun 1979 sampai 1981, Djoko Tjandra mengembangkan pembangkit listrik Belawan di Sumatera Utara. Ia juga diketahui menambah jangkauan kilang minyak hingga di Balikpapan, Kalimantan Timur. Serta mengembangkan kilang minyak di Cilacap, yaitu Hydrocracking Complex.

Selain itu, Djoko Tjandra juga merambah usaha di bidang pupuk hingga properti. Sering disebut Joker, ia memiliki usaha pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur. Kemudian di tahun 1983, Djoko Tjandra menjangkau usaha properti dengan proyek besar ia pegang.

Yaitu proyek gedung Lippo Life, Kuningan Plaza, BCA Plaza, hingga Mal Taman Anggrek. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, pihak terkait mengaku kesulitan untuk menangkap Djoko Tjandra. Dikutip dari , Jaksa Agung, M. Prasetyo mengakui hal tersebut.

Kesulitan itu dikarenakan Djoko Tjandra telah berganti kewarganegaraan. Kini, Djoko Tjandra diketahui merupakan wagra negara Papua Nugini. Sehingga ada dugaan, Djoko Tjandra mendapatkan perlindungan dari negaranya saat ini.

Bahkan kesulitan yang dialami juga dikarenakan posisi Djoko Tjandra yang sering berpindah pindah. "Itu kesulitan yang kami hadapi, termasuk Samadikun itu punya lima paspor." "Ada di antara mereka, Edy Tansil, Djoko Tjandra sudah pasti mengubah kewarganegaraan," jelas M. Prasetyo.

Meski demikian, Djoko Tjandra diketahui sempat membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Grogol Selatan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Para Simracer HRSC Seri 2 Akan Bertarung Makin Keras di Sirkuit Virtual Silverstone 1 Agustus Ini

Previous article

Tandem Anyar Hakan Calhanoglu Buruan AC Milan Profil Aleksey Miranchuk

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *