Nasional

Tidak Perlu Kembangkan Spekulasi Akan Ada Penundaan Pilkada Serentak 2020 Mahfud MD

Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta masyarakat tidak mengembangkan spkeluasi akan adanya penundaan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Mahfud MD menegaskan hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. "Jadi tidak perlu mengembangkan spekulasi akan ada penundaan Pilkada serentak apakah itu di sebagian wilayah Indonesia, apalagi di seluruh wilayah Indonesia. Tidak ada rencana perubahan itu," kata Mahfud MD dalam video resmi Kemenko Polhukam RI pada Selasa (17/3/2020).

Diberitakan sebelumnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 masih akan berlangsung sesuai jadwal. Pihak penyelenggara pemilu belum memutuskan untuk menunda pesta demokrasi rakyat di tingkat daerah tersebut. Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Fritz Edward, mengatakan Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, tidak mengatur penundaan Pilkada.

Artinya, apabila pembentuk undang undang menginginkan kebijakan menunda Pilkada, maka, kata dia, harus ada perubahan aturan tersebut. "Ini Pilkada diatur undang undang baik tahapan, proses. Apakah ada proses penyederhanaan yang dimungkinkan itu harus membutuhkan perubahan undang undang," kata Fritz, dalam sesi jumpa pers di kantor Bawaslu RI, yang disiarkan melalui live streaming, Selasa (17/3/2020). Sehingga, upaya penundaan pesta demokrasi rakyat di tingkat daerah itu, tergantung kebijakan pembuat undang undang, yaitu DPR RI dan Presiden.

"Tahapan itu harus membutuhkan revisi undang undang, apabila ada penundaan. Undang undang tidak mengenal, tidak ada kata penundaan," kata dia. Dia menjelaskan, UU Pilkada hanya mengenal istilah pemilihan lanjutan dan pemilihan susulan. "Di undang undang tidak mengenal istilah penundaan. Undang undang tidak mengenal istilah penundaan pilkada. Undang undang mengatakan ada namanya pemilihan lanjutan dan pemilihan susulan," kata dia.

Dia menjelaskan, pemilihan lanjutan dan pemilihan susulan diatur di BAB XVI Pasal 120 dan Pasal 122 UU Pilkada. "Bagaimana kriteria pemilihan lanjutan dan susulan sebagaimana pasal 120 itu? Dari Undang undang Pilkada dinyatakan bahwa apabila ada daerah tidak dapat melaksanakan maka sehingga berhenti," ujarnya. "Kemudian pasal 122, apabila dia dari sebagian itu harus dilakukan (pemilihan, red) beberapa persen dari daerah tersebut tidak dapat dilaksanakan (pemilihan, red). Jadi ada kriteria berapa persen daerah tidak dapat dilanjutkan atau disusulkan," ujarnya.

Adapun, di Pasal 121 UU Pilkada disebutkan alasan yang menyebabkan dapat terselenggaranya pemilihan susulan. Pasal 121 (1) Dalam hal di suatu wilayah Pemilihan terjadi bencana alam, kerusuhan, gangguan keamanan, dan/atau gangguan lainnya yang mengakibatkan terganggunya seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilihan maka dilakukan Pemilihan susulan.

(2) Pelaksanaan Pemilihan susulan dilakukan untuk seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilihan. Namun, apakah wabah penyebaran virus corona dapat dikatakan sebagai gangguan sehingga dapat membuat tahapan Pilkada berhenti. Fritz menyerahkan kepada pemerintah. "Apakah virus corona dianggap gangguan yang menunda, kami serahkan itu kepada diskusi kementerian terkait dan melihat potensi daerah terkena dampak," katanya.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan pihaknya tidak mau terburu buru memutuskan menunda atau tidak pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah mewabahnya virus corona (Covid 19). Menurut Ketua DPP Golkar ini tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan tetap berjalan. Namun, aktivitas yang melibatkan banyak orang disiapkan dengan skala yang terbatas dan dibagi terminnya. Untuk itu kata dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) perlu membuat SOP (Protokol) tersendiri dalam menyikapi Pandemi Corona yang sedang terjadi saat ini.

Bersamaan dengan itu, ia meminta KPU dan Bawaslu senantiasa melihat perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia. "Kita semua berharap agar penanganan Pandemi Corona itu dapat terkendali dan semua aktivitas masyarakat, termasuk Pilkada tidak terganggu," ucapnya.

Pelatih Sepakbola Spanyol Francisco Garcia Meninggal Dunia di umur 21 Tahun Terinfeksi Virus Corona

Previous article

BEI Terapkan Kebijakan Kerja dari Rumah dari Hari Ini

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *