Regional

Susah Berdiri saat Ditangkap Keuntungan Dipakai buat Berobat Kakek 60 Tahun di Aceh Jual Ganja

Seorang kakek berusia 60 tahun di Aceh Utara ditangkap pihak kepolisian karena terbukti menjual ganja. Kakek berinisial MA diringkus aparat di rumahnya di Desa Uleek Rubek Timur, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (1/7/2020) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat dilakukan penggeledahan, polisi berhasil menemukan barang bukti ganja.

Ada seberat 2,8 kilogram ganja yang diamankan. Kini MA digiring ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Kepada polisi, MA mengaku menjual ganja tersebut untuk berobat.

Hasil penjualan ganja dipakainya untuk berobat sakit jantung. Selama ini ia menderita sakit jantung. Ia pun mengumpulkan uang dengan menjual barang terlarang.

Meski alasannya untuk berobat, kakek tersebut tetap ditahan. "Laba dari jualan ganja itu dia mengaku digunakan untuk berobat, pengakuannya begitu. Meski begitu tetap kita tahan," kata Kasat Narkoba Polres Aceh Utara AKP M Daud dalam keterangant tertulis yang diterima, Sabtu (4/7/2020), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum menangkap MA, pihak kepolisian setempat telah mendapatkan informasi dari warga. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

Diungkapkan AKP M Daud, MA sering menjual ganja di kediamannya. Ia mengaku memperoleh ganja dari seorang bandar berinisial M (35) warga Desa Tumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Juga sudah berhasil ditangkap dan segera diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dikatakan Daud, MA ketika didatangi polisi, tidak sanggup untuk berdiri. Kendati demikian, polisi tetap membawanya ke lapas untuk kepentingan penyidikan. "Untuk berdiri saja tersangka ini sudah tidak kuat,

Namun untuk kepentingan penyidikan tersangka tetap harus ditahan," ujarnya. Saat ini, MA ditempatkan di sel khusus, terpisah dari tahanan lain. Polisi dan tim medis pun bisa mudah dalam mengontrol kesehatannya.

Seorang remaja wanita berinisial AF (17) yang nekat loncat dari jembatan penyebrangan orang (JPO) Margonda mengaku pernah dipaksa menjualnarkobajenis sabu. Paksaan itu datang dari Sobar. Sobar adalah pria yang mengasuhnya setelah AF dititipkan sang ibu. AF menuturkan narkoba ini diambilnya dari Pasar Rebo untuk diberikan ke pelanggan yang diarahkan oleh Sobar. “Pokoknya saya ambil sabu satu gie (sekitar 1 gram red) atau dua gie terus saya kasih ke pelanggan yang diarahkan Sobar,” ucap AF di Rumah Aman Depok, Jumat (12/7/2019).

Kemudian, uang hasil jual sabu itu diberikan kepada Sobar. AF terpaksa melakukan hal itu lantaran dipaksa. Sobar kerap mengancam AF bahwa sang ibu akan celaka jia AF tak mengikuti kemauan Sobar. “Mau bagaimana lagi, saya sudah pasrah.

Saya sebenarnya benci sama narkoba, saya jijik sama orang yang pakai narkoba. Narkobabuat saya rusak,” ujar dia. Adapun sebelumnya, AF diketahui depresi lantaran dirinya seringkali diperkosa oleh laki laki belang itu.

Tidak hanya diperkosa, AF pun kerap diperjualbelikan kepada teman teman Sobar. Selain itu, setiap malam AF pun kerap dicekoki narkoba hingga tak sadarkan diri. Saat ini kasus tersebut telah diselidiki oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Depok belum memberikan komentar.

Korban Kekerasan Seks yang Dititipkan menuju P2TP2A Dicabuli Oknum Pejabat Pagar Makan Tanaman

Previous article

Rapper Kanye West Didukung Bos Besar SpaceX Sampaikan Niat Calonkan Diri Jadi Presiden AS

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *