Internasional

Rumah Sakit di Inggris Diisolasi hingga Tolak Pasien Datang Diduga Ada yang Terinfeksi Virus Corona

Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Skegness di Lincolnshire, Inggris diisolasi setelah diduga ada pasien yang terinfeksi virus corona. Dilansir , semua pasien yang datang ditolak oleh rumah sakit tersebut. Terlihat secarik kertas bertuliskan ' Do Not Enter (Dilarang Masuk)' tertempel di pintu utama UGD.

Linconshire Live melaporkan, ada seorang pasien yang dirawat di rumah sakit ini dengan gejala mirip virus corona. Informasi dari Skegness Standard, tulisan 'Do Not Enter' itu ditulis dan dipasang pada pintu UGD. Para perawat dan staff rumah sakit terlihat menggunakan (Alat Pelindung Diri) APD seperti masker dan sepatu plastik.

Badan Kesehatan Masyarakat Inggris, sudah dimintai keterangan atas peristiwa ini. Namun, pihak mereka tidak ingin berkomentar terkait seseorang yang menjadi suspect baru virus corona di sana. Belakangan, UGD itu telah dibuka kembali dan perwakilan Pusat Pelayanan Kesehatan Lincolnshire menyatakan rumah sakit ini sudah beroperasi normal kembali.

Sebelumnya, Inggris mengonfirmasi kasus ketiga virus corona pada Kamis (6/2/2020). Sedangkan, kasus pertama dan kedua adalah turis asal China yang tengah berlibur di Inggris. Telah diberitakan sebelumnya, seorang pria asal Inggris positif virus corona saat melakukan perjalanan di Kapal Diamond Princess pada Jumat (7/2/2020).

Pria itu diketahui sedang berbulan madu dengan istrinya. Kini keduanya harus dipisahkan karena sang suami harus diisolasi di rumah sakit dan istrinya dikarantina di atas kapal. Pihak Kapal Diamond Princess sudah mengonfirmasi terkait hal ini.

"Kementerian Kesehatan Jepang telah mengonfirmasi ini adalah tes terakhir dan penumpang lainnya akan dikarantina sampai 19 Februari 2020," jelas pihak Diamond Princess. "Ini berlaku kecuali ada perkembangan tak terduga lainnya," lanjutnya. Pihak dari kapal pesiar ini menjelaskan adanya beberapa bantuan dari pemerintah Jepang.

Bantuan tersebut berupa tambahan tenaga kerja dan medis untuk membantu awak kapal. Selama karantina berlangsung, tim Diamond Princess memberikan sejumlah fasilitas kepada penumpangnya. "Selama berada di kapal, semua penumpang akan diberikan layanan koneksi internet dan telepon gratis."

"Ini dilakukan agar mereka bisa terus menghubungi keluarganya di rumah." Selain itu, juga ada TV dan sarana hiburan. "Kami juga menambahkan TV dengan berbagai bahasa di dalam kamar."

"Staf pelayaran akan memberikan permainan seperti teka teki yang akan diantarkan langsung ke kamar (penumpang)," bebernya. Diketahui di antara 3.700 penumpang Kapal Diamond Princess, ada 78 warga negara Inggris. Kapal pesiar Diamond Princess ini telah berlabuh di Teluk Yokohama pada Kamis (6/2/2020).

Akan tetapi, pemerintah Jepang menahan 3.700 penumpang dan awak kapal itu turun dari kapal. Semua orang diisolasi di atas kapal dan tidak diizinkan keluar sampai wabah 2019 nCov berakhir. Pria Inggris (74) yang positif virus corona itu, kini dipisahkan dari istrinya.

Seorang wartawan Reuters untuk Jepang, Mayu Yoshida membenarkan adanya satu warga Inggris yang terjangkit virus corona. Mayu juga mengatakan salah satu dari total 61 pasien itu sedang dalam keadaan kritis. Pemerintah Jepang melakukan karantina massal pada 3.700 orang di dalam Kapal Pesiar Diamond Princess.

Karantina akan dilakukan selama dua pekan. Peningkatan jumlah korban virus corona, menambah kekhawatiran bagi ribuan penumpang yang saat ini terjebak di kabin mereka. Meskipun kapal menurunkan jangkar di Pelabuhan Yokohama, namun mereka tidak diperkenankan untuk turun.

Mereka hanya diizinkan menghirup udara bebas dari atas kapal, pada Kamis (6/2/2020).

Ternyata Juga Ikut Cari & Seleksi Istri Kedua VIRAL Istri Antar Suami Nikah Lagi

Previous article

Fitur Pengecasan Ponsel di Skutik All New BeAT 2020 Cocok buat Kebutuhan Ojek Online

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *