Techno

PANDI Masih Tunggu Restu Pemerintah Soal Pengajuan Domain Aksara Jawa menuju ICANN

Rencana Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) meluncurkan domain beraksara Jawa penuh, bisa dipastikan tertunda. Ini karena untuk pengajuannya mereka masih membutuhkan legalitas atau pengakuan dari Pemerintah. Alasannya, aksara Jawa merupakan bahasa daerah resmi di Indonesia, negara yang kaya akan ragam bahasa daerah. Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo menjelaskan, agar bisa mendaftarkan aksara Jawa ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) selaku pengelola domain di seluruh dunia, diperlukan surat dari Pemerintah Indonesia.

Yudho menjelaskan, saat ini domain hanacaraka.id baru nama domainnya saja yang bisa menggunakan huruf hanacaraka, sedangkan ujungnya masih pakai .id. "Untuk itu saat ini yang sedang diperjuangkan adalah membuat domain hanacaraka(dot)hanacaraka," ujarnya. Selain itu saat ini tampilan nama domain hanacaraka.id ketika di browser masih berupa punycode atau kode kode unik. Hal ini karena aksara Jawa masih belum didaftatkan ke browser tersebut.

Yudho memberikan contoh salah satu negara yang sudah mendaftarkan domain internet denganbahasadan huruf lokal adalah India. “Mereka punya sekian banyak bahasa (yang didaftarkan ke ICANN) bukan hanya satu. Jadi perlu adanya pernyataan dan kerjasama dari Pemerintah,” tukasnya. Wakil Ketua Dewan Pengurus Bidang Pengembangan Usaha, Kerja Sama dan Marketing PANDI,Heru Nugroho mengatakan pihaknya masih mengalami kendala syarat administrasi berupa surat pernyataan pemerintah yang mengakui bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi resmi.

Heru menjelaskan, ICANN sebagai pengelola domain internet dunia mempertanyakan apakah bahasa Jawa digunakan oleh masyarakat Indonesia atau tidak. “Itu (pertanyaan ICANN) dibuktikan melalui kebijakan tertulis dari Pemerintah," tegasnya. Pemerintah memiliki kebijakan melalui UU No. 24 tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dan PP No. 57 Tahun 2014 Tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia. "Namun belum ada perincian atau penjelasan lebih jauh tentang aksara bahasa bahasa daerah di Indonesia, salah satunya aksara Jawa serta seberapa luas penggunaannya di Indonesia," ungkap Heru.

“Jadi kami belum menemukan kebijakan yang jelas tentang daftar bahasa dan aksara daerah apa saja yang diakui resmi oleh pemerintah," ujarnya. Heru mengatakan, saat ini PANDI masih meraba wewenang birokrasi tersebut berada di lingkup mana. “Saya terus terang masih gelap, apakah harus ke Kemendikbud atau Setneg, atau ke mana untuk mendapatkan surat pernyataannya,” kata dia.

Saat ini PANDI telah berkolaborasi dengan komunitas penggiat aksara Jawa untuk membangun konten di internet bertuliskan aksara Jawa, juga akan membuat kompetisi membuat website beraksara Jawa. PANDI juga terus menjalin komunikasi dengan ICANN, dan mempersiapkan persyaratan lainnya.

Kamis 30 April 2020 & Doa-doa Puasa Ramadhan Jadwal Imsak & Buka Puasa di Lampung

Previous article

Anak Pertama Chen EXO Lahir SM Entertainment Mengonfirmasi BREAKING NEWS

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *