Superskor

Luka Jovic Malah Lakukan Karantina Mandiri Jarang Dimainkan Real Madrid

Luka Jovic diketahui bermain terakhir kali bagi Real Madrid pada bulan Februari lalu. Striker yang didatangkan pada musim panas Juli lalu tersebut diketahui akan menjalani karantina mandiri yang dilakukan oleh klubnya. Klub berjuluk Los Blancos tersebut menerapkan protokol karantina mandiri ke Luka Jovic setelah ia melakukan kontak langsung dengan temannya yang positif virus corona.

Luka Jovic sebenarnya telah menjalani tes Covid 19 dengan hasil negatif. Namun, ia kini akan menjalani tes kedua untuk memastikan diagnosis dari tes pertama. Apabila hasil tes kedua ini juga negatif, Luka Jovic akan diizinkan kembali berlatih bersama rekan rekannya di Valdebebas, lapangan latihan Real Madrid.

Untuk sekarang, penyerang asal Serbia tersebut diperintahkan menjalani isolasi di rumahnya sendiri. Apapun hasilnya, Madrid akan menerapkan protokol kesehatan di mana ia tak akan melakukan kontak dengan sisa skuad pasukan Zinedine Zidane. Sang striker tak berada di Valdebebas pekan ini hingga hasil tes keduanya keluar.

Program Jugones di stasion televisi La Sexta melaporkan bahwa teman Jovic ini tiba di Madrid pada 2 Juli. Ia tersaring karena protokol kesehatan Real Madrid mengharuskan tamu setiap pemain mengikuti tes Covid 19 saat tiba di Madrid. Begitu hasil tes keluar positif, teman Jovic ini diperintahkan untuk segera meninggalkan lingkungan sang pemain.

Kabar ini menjadi satu lagi tamparan bagi hubungan renggang Luka Jovic dengan Real Madrid. Pada awal Juni, sang pemain mengundang reaksi negatif dari klubny saat menikmati pesta barbeque bersama teman temannya. Terlihat pemain berusia 22 tahun ini tengah merawat cedera tulang kering dengan memakai pelindung di kaki kanannya.

Perlu dicatat bahwa tindakan Luka Jovic berkumpul dengan teman temannya ini tidak melanggar hukum karena bulan lalu Spanyol memasuki fase pertama de eskalasi keluar dari lockdown. Pada fase ini, pertemuan dengan paling banyak 10 orang diizinkan di rumah penduduk. Akan tetapi, unggahan ini meninggalkan kesan buruk di klub karena ia tak menjaga social distancing, bahkan menaruh tangan di pundak rekannya, sang striker juga berdiri dengan kaki yang cedera tanpa penopang kaki.

Sang pemain tampak menyadari kesalahan mengunggah foto tersebut dan menghapusnya tak lama kemudian. Media olahraga Spanyol, As, menulis bahwa cara pemulihan terbaik dari tipe cedera yang ia alami adalah istirahat total dan tidak menaruh beban ke kakinya tersebut. Foto tersebut juga tak sensitif terhadap keadaan karena Jovic adalah satu satunya pemain yang cedera di skuad Madrid.

Media asal Serbia, Kurir, mengungkapkan kalau Jovic tidak cedera saat menjalani latihan bersama Real Madrid berdasarkan cerita dari teman keluarga sang pemain. Sang penyerang dikabarkan menderita cedera tersebut saat terjatuh dari rumahnya di Belgrade pada awal Mei. Versi berita ini disangkal oleh ayah sang pemain, Milan Jovic, yang mengutarakan bahwa anaknya cedera saat melakukan latihan mandiri dengan petunjuk dari klub.

Sampai saat ini kebenaran mengenai cedera sang pemain belum pernah diumumkan Real Madrid. As kembali mengingatkan bahwa Jovic sendiri telah melanggar peraturan karantina mandiri dengan terbang ke negara kelahirannya, Serbia, pada 12 Maret. Real Madrid memang memberikan izin kepada sang bomber untuk pulang setelah ia melakoni tes medis.

Namun, Jovic melanggar karantina mandiri di Belgrade dengan keluar rumah untuk merayakan ulang tahun pacarnya, model Sofija Milojevic. Tindakan Jovic ini menuai kritikan langsung dari presiden dan menteri dalam negeri Serbia.

Peternakan Bebas Kandang Jadi Tren Baru yang Diklaim Tak Menyiksa Hewan

Previous article

Pelaku Pemuda Tetangganya Sendiri Guru SD Dibunuh & Jasadnya Dimasukkan dalam Ember

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *