Nasional

Jaksa KPK Mohon Hakim Terbitkan Surat Pemanggilan Paksa susah Hadirkan Saksi

Wawan Yunarwanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mengungkapkan kesulitan pihak KPK untuk menghadirkan saksi saksi terkait kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. "Mengingat agak kesulitan menghadirkan saksi, waktu (saksi, red) tidak bisa, tidak tahu keberadaan dimana," kata Wawan, saat berbicara di persidangan kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama, Rabu (27/11/2019). Untuk itu, dia meminta, kepada majelis hakim agar mengeluarkan surat pemanggilan paksa.

"Mohon pemanggilan paksa," tambahnya. Untuk diketahui, JPU pada KPK mendakwa mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, menerima suap senilai total Rp 416,4 Juta pada perkara suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Pemberian suap tersebut dari Haris Hasanuddin, mantan Kepala Kantor Kemenag Provonsi Jawa Timur, senilai Rp 325 Juta dan Muh. Muafaq Wirahadi, mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik memberi Rp 91,4 Juta.

"Terdakwa (Romahurmziy, red) telah melakukan intervensi baik langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin dan Muh. Muafaq Wirahadi," kata JPU pada KPK, Wawan Yunarwanto, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (11/9/2019). Pada saat menerima suap dari Haris Hasanuddin, JPU pada KPK menyebut Romahurmuziy melakukan bersama sama dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin.

Gadis Asal Indonesia Ini Ditahan Polisi Singapura Selama 14 Jam Gara-gara Bawa Bedak Ketiak

Previous article

Daftar Lengkap Juara EF Spelling Bee 2019 dari Masing-Masing Grup

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *