Regional

Ini Kisah Lengkapnya Kini Berhasil Bangkit VIRAL Kisah Istri Ditinggal Suami yang Pilih Traveling

Baru baru ini, perhatian warganet tersita oleh kisah seorang wanita yang mengaku ditinggal pergi sang suami, yang lebih memilih traveling. Wanita tersebut mengatakan, lelaki yang kini telah menjadi mantan suaminya itu dahulu meninggalkannya saat anak mereka masih berusia 6 bulan. Namun, ia menegaskan bahwa kini dirinya bersama sang anak telah memiliki kehidupan baru.

Ia menyebutkan, mereka kini dapat traveling kemanapun bersama keluarga baru mereka tanpa harus pusing meminjam uang. Kebangkitannya dari keterpurukan itupun menuai pujian warganet. Diketahui, kisah tersebut awalnya terungkap dalam unggahan akun Twitter @Cancanindya pada Rabu (22/7/2020).

"Teruntuk mantan yang ninggalin kita berdua waktu Gio masih 6 bulan gara2 mau traveling keliling Indonesia, makan tuh “kalo ngga sekarang kapan lagi”. Kami sekarang bisa traveling tanpa harus pusing nebeng tinggal dan utang kanan kiri kaya kamu," tulisnya di Twitter, Rabu lalu. Melalui unggahannya, Canca pun mengaku ia ingin pesannya tersebut sampai ke telinga mantan suami yang telah meninggalkan dirinya bersama sang putra, Gio.

"Semoga pesan ini bisa kebaca sama mantan b*** yang utangnya dimana2 cuma demi buat traveling. Kamu tu bukan pejalan yang baik kek yang mamu tulis di bio, pejalan yang baik itu ya tau kapan harus beristirahat dan mulai lagi," ungkapnya. Canca juga menceritakan, kini ia memiliki suami yang bisa menerima dirinya.

Bahkan, sekalipun Canca masih memiliki trauma akan masa lalunya. Kisah yang Canca unggah melalui akun Twitternya itupun sontak menyita perhatian warganet dan menjadi viral. Hingga Jumat (24/7/2020), unggahannya tersebut telah dibagikan lebih dari 15 ribu kali dan disukai lebih dari 73 ribu orang.

Menurut Canca, kejadian itu terjadi di Solo, Jawa Tengah, pada 2016 silam. Canca menceritakan, hal itu bermula ketika sang mantan suami menyampaikan pada dirinya bahwa ia ingin traveling. Namun, Canca berusaha menahannya karena mengingat usia anak mereka yang masih kecil.

Sementara itu, Canca pun masih harus bekerja setiap harinya. Canca mengatakan, mantan suaminya tersebut tetap bersikeras untuk pergi meskipun ia tidak mengizinkannya. Keesokan harinya, setelah percakapan tersebut, Canca menerima kabar dari sang ibu bahwa mantan suaminya kabur dari rumah.

Saat itu, menurut Canca, ia masih berada di kantor. Pesan singkat dari sang ibu pun sempat terlambat masuk karena terkendala jaringan. "Di lantai bawah (kantor) ternyata ada Wifi, dari situ chat ibuku masuk, ngabarin kalau mantan suami kabur dari rumah lewat jendela."

"Waktu itu ibuku lagi nidurin Gio di kamar ibu," bebernya. Mengetahui kabar tersebut, Canca mengaku langsung meminta izin untuk keluar kantor. Canca lantas mencari mantan suaminya tersebut ke terminal.

Ia juga meminta bantuan sang kakak untuk ikut mencari di tempat lain, yaitu stasiun. "Aku minta tolong dia yang ke stasiun, aku ke terminal, aku lari udah kayak orang gila." "Sampai sekarang kalau ingat aku bisa sesak napas dan ngos ngosan sendiri," ungkapnya.

Namun, pencarian Canca tersebut tak membuahkan hasil hingga membuatnya seketika putus asa. Canca mengaku sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya. Niatnya tersebut kemudian terhenti ketika sang ibu mengingatkannya bahwa Gio hanya memiliki dirinya.

"Nduk, Gio cuma punya kamu aja di dunia ini. Kalau kamu pergi, Gio sama siapa nanti?" kata Canca menirukan kalimat ibunya. Canca menyebutkan, saat baru saja ditinggal sang suami, dirinya sempat depresi.

Namun, ia mengaku mendapat banyak dukungan dan doa dari keluarga besarnya "Waktu itu sempat depresi sampai keluarga besar yang nyemangatin," kata dia. Canca mengatakan, ia dan mantan suaminya tersebut pada awalnya tidak langsung berhenti berkomunikasi.

Mantan suaminya masih kerapkali menghubunginya setiap membutuhkan sesuatu. Sampai akhirnya, Canca merasa lelah karena ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya sendiri. Pasalnya, Canca mengaku kerapkali harus membayar utang mantan suaminya tersebut.

"Lama lama aku capek juga." "Aku merasa, kok aku nggak bisa menikmati uang kerja kerasku sendiri? Lama lama aku nggak peduli, benar benar nggak peduli," ungkapnya. Canca mengatakan, seiring berjalannya waktu, ia akhirnya benar benar berpisah dengan mantan suaminya tersebut.

Ia kemudian sempat bergabung dengan komunitas Single Mom Indonesia. Canca pun terus mengasah kemampuannya dalam mendesain. Sampai akhirnya, ia direkrut oleh sebuah perusahaan besar.

"Saya kerja improve skill saya yaitu desain, lalu upload portofolio di Linkedin, Behance, dan lain lain, sampai akhirnya ada perusahaan besar yang hire saya, jadi saya bisa biayain Gio dan ibu saya waktu itu," kisahnya. Tak hanya itu, Canca mengaku pada saat itu ia juga membuka usaha membuat vector kado ulang tahun maupun kado kelulusan untuk menambah penghasilannya. Namun, kini usahanya tersebut telah vakum.

Saat ini, Canca lebih fokus pada perusahaan yang ia rintis bersama suami yang menikah dengannya sejak Februari 2018 lalu. Ia dan suaminya mendirikan interior design studio bernama 'Membhumi' di Solo. Canca mengaku, putranya menjadi alasan dirinya bangkit dari keterpurukan.

"Iya, Gio saja alasan saya hidup waktu itu," ujarnya.

Bamsoet Dorong Partai Gelora Tingkatkan Kualitas Parpol Indonesia

Previous article

Berbanderol Rp 572 Juta Mitsubishi Luncurkan Pajero Sport Rockford Fosgate Black Edition

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *