Kesehatan

Ini Kata Dokter Video Scalling Gigi Viral Kapan Seseorang wajib Segera Scalling Gigi

Dokter Gigi di Apotek K24 Bambu Apus, Jakarta Timur, drg Ratih Riawati, memberi penjelasan mengenai scalling gigi. Sebelumnya, video scalling gigi sempat viral di media sosial saat diunggah oleh akun [email protected], Senin (13/7/2020). Hingga Rabu (15/7/2020) malam, diketahui unggahan tersebut telah disukai lebih dari 33 ribu orang dan dibagikan lebih dari 15 ribu kali.

Riamenerangkanscalling gigi merupakan tindakan medis untuk membersihkan plak, karang gigi,hingga stain atau noda pada gigi yang disebabkan makanan, minuman, maupun kebiasaan merokok. Menurut Ria, kapan seseorang harus segera melakukan scalling gigi untuk pertama kalinya yaitu ketika karang gigi tampak ketika seseorang bercermin. Ia pun mengimbau setiap orang untuk melakukan pengecekan gigi bagian dalam.

"Pertama scalling itu kalau dirasa karang gigi terlihat ketika kita ngaca, makanya itu kita perlu cek di gigi gigi belakang, paling mudah cek gigi bawah bagian dalam." Selain itu, seseorang juga dapat mengetahui kapan dirinya harus segera scalling dengan memperhatikan ketika menyikat gigi. Apabila gusi kita mengeluarkan darah pada saat sikat gigi, tandanya seseorang harus mengonsultasikannya pada dokter gigi.

"Kan kadang susah bedain gigi atau karang gigi, yang paling mudah adalah ketika kita mulai sikat gigi dan mengeluarkan darah, gusi kita jadi mudah berdarah, itulah saatnya kita perlu ke dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gusinya," kata Ria. Pasalnya, Ria menuturkan, gusi yang mudah berdarah menandakan adanya peradangan. Kondisi peradangan pun bermacam macam, yakni terdapat peradangan yang ringan dan peradangan parah.

Menurut Ria, peradangan ringan atau ginggivitis hanya melibatkan gusi dan kerusakannya sebatas pada gusi saja. Sedangkan peradangan parah atau yang disebut periodontitis merupakan peradangan yang melibatkan jaringan periodontal atau penyangga gigi. "Jadi kapan harus scalling? Ya pada saat kita merasa kok tiba tiba gusi saya jadi gampang berdarah ya pas sikat gigi? Itu kan berarti ada peradangan," bebernya.

Sementara itu, bagi seseorang yang sudah pernah melakukan scalling, dianjutkan rescalling setiap enam bulan sekali. Namun, Ria mengatakan, hal itu memang tidak dapat digeneralisasi. "Kan dianjurkan enam bulan sekali, tapi tidak bisa semua orang enam bulan sekali, karena itu tergantung makanan dan minumannya, tergantungoral hygiene."

"Seperti halnyacara menyikat gigi, kan beda bedasetiap orang," kata Ria. Ria menuturkan, idealnya scalling gigi dilakukan enam bulan sekali. Namun, bagi para perokok ataupun penikmat minuman dan makanan berwarna, biasanya jangka waktu untuk melakukan scalling lebih dekat yaitu sekitar tiga sampai empat bulan sekali.

Sementara itu, menurut Ria, tidak ada patokan baku untuk menentukan kapan seseorang harus scalling gigi. "Tidak ada patokan baku seseorang harus berapa lama scalling, itu tergantung makanan, oral hygiene nya, caramembersihkan gigi, cara menyikat giginya," ujar Ria. Ria pun berpesan supaya masyarakat melakukan scalling gigi hanya di dokter gigi.

Pasalnya, scalling gigi tidak dapat dilakukan oleh orang lain yang tidak berprofesi sebagai dokter gigi. Ria mengatakan, scalling yang tidak dilakukan di dokter gigi akan sangat berisiko. "Kalau bukan samadokter gigi nanti yang terangkat bisa bukan cuma karang giginya tapi juga gusinya terangkat karena kan mereka nggak tahu anatominya itu gimana, kalau tidak dikerjakan dokter gigi nanti risikonya ada bagian bagian jaringan dari gusi yang sedikit terangkat lalu jadi perih," kata Ria.

Sementara itu, apabila scalling gigi dilakukan di dokter gigi maka efek sampingnya umumnya hanya rasa linu saja. "Kalau didokter gigi, efek sampingnya linu saja setelah scallin, linu yang ringan ya, linu sebenarnya relatif, ada juga yang tahan," tutur Ria. Lebih lanjut, Ria menjelaskan mengenai pentingnya scalling gigi bagi setiap orang.

Menurut Ria, scalling penting dilakukan karena pembersihan gigi secara mandiri, yaitu dengan menggosok gigi, umumnya tidak dapat dilakukan secara maksimal. Akibatnya, sisa sisa makanan masih menempel pada gigi. "Kenapa harus scalling? Karena proses pembersihan gigi dengan cara menggosok gigi kan nggak maksimal, jadi karena tidak maksimal sering ada sisa makanan yang menempel pada gigi," bebernya.

Ria menjelaskan, sisa sisa makanan atau plak yang dibiarkan menempel di gigi akan mengalami mineralisasi. Proses kimia yang melibatkan sisa makanan, salisa atau air ludah, dan waktu tersebut kemudian akan membentuk karang gigi. Namun, karang gigi tidak dapat dibersihkan hanya menggunakan sikat gigi saja.

Maka diperlukan tindakan scalling dengan bantuan dokter gigi. "Tiga komponen tadi, yaitu plak, air ludah, dan waktu itu akhirnya akan menjadi karang gigi." "Karang gigi itu plak yang sudah mengeras karena terjadi mineralisasi, nah ini tidak bisa dibersihkan dengan sikat gigi lagi kalau karang gigi, kalau plak masih bisa, untuk itu perlu ke dokter gigi untuk scalling," terangnya.

Ria menambahkan, proses scalling menjadi penting bagi masyarakat karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. Satu di antaranya, scalling bermanfaat bagi kesehatan gusi. Tanpa karang gigi ataupun plak maka gusi dipastikan akan sehat.

"Gusi sehat itu tandanya tidak mudah berdarah, warnanya pink , dia ujung ujung di antara gigi itu meruncing, tidak tumpul." "Kalau tumpul berarti ada peradangan atau ginggivitis, jadi mudah berdarah gusinya," kata Ria. Tak hanya itu, jika karang gigi dibiarkan begitu lama tanpa melakukan scalling maka hal itu juga dapat merusak jaringan periodontal.

Dilansir laman resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, jaringan periodontal atau jaringan penyangga gigi merupakan jaringan yang terdiri dari gusi dan tulang yang mengelilingi gigi. Ria menyebutkan, kerusakan jaringan periodontal akibat plak dan karang gigi dapat terjadi dalam jangka waktu lama. Menurut Ria, rusaknya jaringan periodontal juga dapat mengakibatkan gigi seseorang lepas dengan sendirinya.

"Jaringan periodontal itu lama kelamaan karena rusak, jaringan periodontalnya akan kendor, tulangnya memendek, akhirnya gigi akan goyang." "Jadi kalau jaringan periodontalnya udah rusak, tulang alveolarnya nanti akan terganggu, itulah sebabnya gigi bisa lepas sendiri." "Tapi tanpa penyakit penyerta ya, ini dalam kondisi pasien yang sehat, beda dengan pasien diabet misalnya, itu udah lain," tutur Ria.

Selain itu, Ria mengatakan, membiarkan karang gigi tidak dibersihkan akan merusak secara estetis. Pasalnya, terkadang karang gigi menjadi berwarna hitam atau kuning. "Karang gigi yang dibiarkan terlalu lama tidak dibersihkan akan merusak secara estetis, kan kelihatan kotor karena karang gigi kadang jadinya ada yang berwarna hitam atau kuning gitu, secara estetis itu kalau sudah tebal nggak bagus," ujarnya.

Tak hanya itu, Ria mengatakan, scalling juga penting untuk membersihkan stain ataunoda di gigi yang disebabkan rokok dan minuman berwarna. "Kan kadang giginyahitam hitam ya, apalagi di bagian belakang, nah itu bisa dibersihkan dalam proses scalling," terang Ria.

Begini Kronologinya ABG Ini Tega Tusuk Temannya Gegara Rebutan Pacar

Previous article

Kisah Pilar Persija Gemar Makan Belut Listrik Saat Merumput di Liga Thailand

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *