Nasional

Ini Kata Ahli Beda Cara Menangani Serangan Ular Berbisa & Tak Berbisa

Berada dalam situasi menghadapi ular bisa dibilang menjadi hal menakutkan bagi kebanyakan orang. Terlebih jika ular telah melakukan penyerangan, apa yang harus dilakukan? Kasie Evakuasi Penyelamatan Pemadam Kebakaran Solo, Suharyanto mengungkapkan, yang paling penting adalah sikap tenang dan tidak panik.

Jika menjumpai ular dan tidak memiliki keahlian untuk menangkap, Haryanto menyarankan untuk diam, tenang, dan menghindar. Haryanto mengungkapkapkan ular terbagi menjadi dua, berbisa dan tidak berbisa. Cara mengatasi serangan keduanya pun berbeda.

Haryanto mengungkapkan jika tidak sempat menghindar dan sudah terlanjur dipatuk ular, langkah pertama ialah tetap tenang dan jangan panik. "Kemudian ikat area tubuh yang dipatuk agar racun tidak menyebar," ungkapnya. Mengikatnya bisa menggunakan tali, kain, sabuk, dan sebagainya.

"Kemudian posisikan area tubuh yang dipatuk di bawah jantung kita," ujarnya. "Misal diaptuk di tangan ya tangan ditaruh agak ke bawah," lanjutnya. Setelah itu, sesegera mungkin untuk menuju rumah sakit.

"Bawa ke rumah sakit karena rumah sakit memiliki serumnya," kata Haryanto. Sementara itu, Haryanto mengungkapkan ular besar seperti piton dan sanca tergolong ular yang tidak berbisa. "Ular jenis ini biasanya melilit korban hingga lemas, kemudian baru menelannya," ungkap Haryanto.

Haryanto menyebut jika ingin menangkap ular jenis ini, apabila ular berukuran 2 meter atau lebih, harus dilakukan minimal dua orang. "Kalau kurang dari 2 meter mungkin masih bisa sendiri," ungkapnya. Haryanto pun memberikan cara yang dilakukan untuk menyelamatkan diri dari lilitan ular.

Haryanto menyebut cara pertama yang dilakukan adalah sebisa mungkin melukai area wajah ular. "Saat pertama kali terlilit, pasti tidak langsung kuat lilitannya, di awal awal pasti ada salah satu tangan yang bisa diselamatkan," ungkap Haryanto. Saat salah satu tangan masih bisa bergerak, gunakan untuk mengambil benda tajam.

"Seperti lidi atau pecahan genting, kemudian lukai area wajah ular," ujarnya. Menurutnya, jika ular tersebut mengalami luka atau merasakan sakit di area wajah, ular akan melonggarkan lilitannya. Cara kedua yang bisa dilakukan adalah menekuk ekor ular.

Hal ini dapat dilakukan jika menjumpai ular sedang melilit orang atau mungkin hewan peliharaan. "Menekuk ekor ular bisa membuat ular melonggarkan lilitannya," ujar Haryanto. Media sosial diramaikan dengan kejadian pingsannya seorang remaja 16 tahun di Jalan Kresna, Klungkung, Bali, Kamis (21/5/2020) karena dililit ular piton.

Video tersebut dibagikan akun Instagram @kabarklungkung. Tampak dalam video, di tengah hujan nampak warga berkerumun membantu remaja tersebut yang tergeletak di tepi jalan. Warga lain tampak memegangi ular tersebut.

Dikabarkan remaja tersebut telilit ular di bagian leher saat membawa ular tersebut sembari mengendarai motor seorang diri. Dilansir , remaja tersebut lantas dibawa ke rumah sakit dan telah sadarkan diri. Sementara itu, Kepala Polsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta membenarkan peristiwa remaja dililit ular piton tersebut.

Nyoman Suparta mengungkapkan ular tersebut memiliki panjang 1,5 meter. Ular tersebut baru ditangkap korban bernama Gusti Ngurah Bagus Permana (16). Rencananya, korban hendak membawa pulang ular tersebut dan dipelihara.

"Korban memang dikenal sering menangkap ular lalu memeliharanya," kata Nyoman Suparta saat dihubungi, Kamis (21/5/2020) siang. Kemudian sekira pukul 11.00 WITA, korban mengendarai motor dengan tangan kiri memegang kepala ular. Sementara badan ular dililitkan di leher.

Sesampainya di TKP di Jalan Kresna, korban tiba tiba berhenti dan langsung terjatuh dengan leher terlilit ular. Nyoman Suparta mengungkapkan, bahkan saat itu ujung ekor ular sudah masuk ke lubang hidung. Sementara kepala ular berada di selangkangan korban.

Untungnya lokasi kejadian berada di pinggir jalan raya yang ramai. Warga yang mengetahui pun langsung berdatangan dan membantu korban.

Penumpang Travel Gelap yang Terjaring Razia Dipulangkan menuju Terminal Pulo Gebang

Previous article

Terminal Bus Pulo Gebang Juga Disiapkan buat Evakuasi Penumpang Travel Gelap

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *