Kesehatan

Gandeng Taj Mahal, Rumah Edukasi Penyandang Diabetes Resmi Dibuka di Jakarta

Rumah Edukasi IKADAR, secara resmi dibuka pada Minggu, 4 Agustus di Jakarta. Beralamat di Jalan Kusuma Wijaya 2 No. 5, Pondok Labu, Jakarta Selatan, pembukaan tersebut turut dihadiri anggota dari KALEA, Lions Club, serta adik adik penyandang diabetes. Dengan menggandeng Beras Taj Mahal, nantinya Rumah Edukasi Ikadar ini ditujukan untuk anak anak dan keluarga agar bisa melakukan sharing terkait penyakit diabetes. "Karena kita basicnya adalah yayasan, kita pasti butuh tempat untuk berbagi informasi. Maka dari itu pembukaan Rumah Edukasi Ikadar ini didirikan untuk teman teman semua terutama yang kurang mampu, agar bisa saling bertukar informasi mengenai penyakit diabetes," kata Ketua Yayasan IKADAR, M Arif Novianto.

Pun lebih lanjut, ia menambahkan bahwasannya, dengan didirikannya Rumah Edukasi ini tidak ada lagi penyandang diabetes yang keadaannya semakin buruk. "Visinya, semoga nantinya tidak ada lagi atau semakin mengurangi angka penyandang diabetes berat," imbuhnya. Sementara itu Roswita Arifin, Presiden LCJC Monas Kalea menerangkan bahwa, diabetes bukanlah penyakit yang menular, namun setiap tahun selalu bertambah jumlahnya.

"Yang perlu digaris bawahi, sebenernya Diabetes bukanlah penyakit yang menular, namun peningkatannya 500% setiap tahunnya di Indonesia," kata Roswita. Sebagai organisasi yang mana diabetes menjadi salah satu concernnya, Lions melalu Roswita berharap kegiatan ini bisa menjadi project legacy. Rumah Edukasi Ikadar sendiri berdiri atas kerjasama Yayasan Ikadar, Kalea dan Lions Club Indonesia. Tak ketinggalan, dalam peresmian tersebut para peserta diajak mengkonsumsi Beras Taj Mahal yang rendah kalori dan karbohidrat.

"Semoga Ikadar semakin diketahui banyak orang. Bahwasannya Ikadar sendiri tersebar di seluruh Indonesia. Dan kami tidak pernah memberi batasan bahwa ini adalah Ikadar. Tapi kita semua atau siapapun yang terdiagnosa Diabetes jugak kami anggap Ikadar," pungkas Arif. Nantinya, Rumah Edukasi Ikadar akan selalu aktif dengan berbagai macam kegiatan sharing informasi terkait diabetes langsung dengan pakar gizi atau ahli ahli yang concern di bidangnya.

Cegah Perilaku Penyimpangan dan Trauma, Polisi bakal Dalami 50 Korban Pencabulan oleh Napi

Previous article

Tasya Kamila Nasib ASI Perah di Kulkas, Ini Trik Menyelamatkannya Saat Listrik Padam

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *