Lifestyle

Bukan dari Stainless Steel, Pria Vietnam Ciptakan Sedotan Ramah Lingkungan dari Batang Rumput Liar

Stainless steel straw atau sedotan berbahan dasar stainless steel digadang gadang mampu mengurangi limbah plastik dari sedotan plastik. Pasalnya, stainless steel straw ini bisa dicuci dan digunakan berkali kali sehingga tidak banyak sampah plastik yang dihasilkan. Sayangnya, stainless steel straw belum bisa digunakan secara umum, baik di rumah makan atau restoran.

Sebab, stainless steel straw terbilang mahal dan lebih nyaman untuk digunakan secara pribadi. Alternatif untuk sedotan plastik ini juga memiliki serangkaian pro dan kontra sendiri yang harus dipertimbangkan oleh para konsumen. Meski begitu, usaha untuk mengurangi limbah plastik masih harus terus dilakukan.

Kini, ide cemerlang seorang pria yang memanfaatkan rumput liar untuk dijadikan sedotan. Tentunya, sedotan buatan Minh ini tidak dibuat dari rumput liar sembarangan. Melainkan dari spesies rumput tertentu dari ladang Delta Mekong, Vietnam, yang bernama latin Lepironia articulata .

Rerumputan panjang dengan batang berongga ini tumbuh liar di lahan basah. Di Indonesia sendiri, tanaman ini sering disebut dengan nama 'purun danau.' Biasanya rumput jenis teki tekian ini digunakan masyarakat Indonesia untuk membuat kerajian tangan berupa anyaman.

Meski masyarakat Indonesia akrab dengan kerajinan anyaman, lalu bagaimana proses mengubah batang rumput menjadi sedotan minum yang berfungsi? Minh telah membagikan video tutorial pembuatan sedotan rumput ini di akun Facebook nya. Dalam video tersebut, setelah rumput dikumpulkan, lalu rumput dicuci hingga bersih.

Kemudian, dipotong rapi sepanjang 20 cm dilanjutkan dengan membersihkan rongga rumput dengan batang logam. Setelah selesai, sedotan rumput dicuci lagi dan dikemas menjadi bundelan dengan menggunakan daun pisang. Sedotan yang baru saja dipotong tersebut, dapat disimpan di lemari es dan bertahan selama dua minggu.

Dalam suhu kamar, sedotan rumput ini bisa bertahan selama satu minggu jika tidak digunakan. Berbeda dengan sedotan segar, untuk membuat sedotan kering harus melalui proses pengeringan dengan dijemur, lalu dipanaskan dalam oven. Sedotan kering ini bisa bertahan lebih lama daripada sedotan segar dengan daya tahan hingga enam bulan jika disimpan dalam lemari es.

Kedua jenis sedotan ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai tetapi lebih ramah lingkungan, dan mulai dipergunakan di restoran F&B. Namun, Minh dan timnya mendorong masyarakat untuk membeli sedotannya untuk menggunakan sedotan rumput ini secara pribadi di rumah. Meski sekali pakai, sedotan ini tidak dibuat dengan campuran bahan kimia atau pengawet.

Sehingga memiliki aroma alami yang ringan dan menyenangkan. Tak hanya itu, sedotan dengan bahan rumput ini tentunya bisa terurai secara alami.

Pemprov DKI Jelaskan Program Naturalisasi Sungai, Ternyata Ini Maksudnya

Previous article

Pedasnya Lodeh Koro Pedas di Warung Lya, Wajib Coba Saat Liburan di Banyuwangi

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *