Internasional

Bandara Incheon Korsel akan Naikkan Airport Tax Merugi karena Covid

Bandara Internasional Incheon, Korea Selatansedang mempertimbangkan kenaikan biaya layanan penumpangatau passenger service charge (PSC), yang dikenal sebagai pajak bandara, serta merumahkan karyawan selama satu bulan dengan gaji yang dikurangi. Hal tersebut dikarenakan manajemen bandaramencatat kerugian tahunan pertamanya dalam 17 tahun tahunterakhirkarenapenurunan penerbangandi tengah pandemi viruscorona (Covid 19). Dilansir dari Bangkok Post, Senin (3/8/2020) menurut dokumen internal yang diperoleh oleh Yoo Gyeong joon, anggota parlemen dari United Future Party, bagian dari strategi dan komite keuangan di Majelis Nasional, pada hari Rabu,Bandara Incheondiperkirakan akan melaporkan kerugian bersih 324,4 miliarwon (sekitar Rp 3,4 triliun).

Ini akan menjadi pertama kalinya bagi operator gerbang utamadiKorea Selatanituuntuk mencatat kerugian dalam 17 tahun. Sebagai bagian dari upaya untuk mempersempit kerugian,Incheondikatakan telah membahas rencana untuk menaikkan pajak bandara internasional tahun depan sebesar 3.000 won dari 17.000wonsaat ini selama pertemuan manajemen darurat pekan lalu. Manajemenmemperkirakan bahwa kenaikan biaya layanan penumpang 3.000 won akan menghasilkan laba 340 miliar won selama empat tahun hingga 2024.

Pajak bandara sudah termasuk dalam harga tiket penerbangan bersama dengan biaya tambahan bahan bakar.Kenaikanpajak bandaradiartikantiket pesawatakanlebih tinggi. Penumpang yang berangkat dari Bandara Internasional Incheon saat ini dikenakan biaya bandara 28.000 won termasuk pajak bandara 17.000 won, pembayaran keberangkatan 10.000 won, dan 1.000 won dana penghapusan penyakit internasional. Sebagai rencana segera untuk mempersempit kerugian yang diantisipasi tahun ini,Bandara Incheonberupaya mengurangi biaya bisnis dan biaya tenaga kerja.

Korporasi berharap dapat menghemat hingga 44,1 miliar won denganmerumahkan karyawansatu bulan dengan gaji yang dikurangi, memotong biaya bisnis yang tidak perlu, dan meminimalkan pengeluaran dasar seperti untuk rapat. Tetapi potensi kenaikan pajak bandara telah menimbulkan kontroversi setelah kerugian yang diantisipasi disebabkan oleh penurunan jumlah penumpang yang bepergian karena pandemi Covid 19. Meskipun mengalami kerugian seperti itu, operator bandara baru baru ini memutuskan untuk memberikan sekitar 2.000 pekerja kontrak status pekerjaan penuh waktu reguler tahun ini, memicu kecaman atas langkah perusahaan untuk menutupi kerugian dengan mengorbankan karyawan yang ada dan meningkatkan beban publik.

Dalam siaran pers,Bandara Incheonmembela langkahnya untuk menaikkan pajak bandara denganmemberikan argumenbahwa biaya layanan penumpang tetap tidak berubah selama 16 tahun sejak Juli 2004 dan lebih rendah dari bandara internasional lainnya.

Libra Tebus Perilaku Buruk Masa Lalu Ramalan Zodiak Asmara Senin Aries Klarifikasi 3 Agustus 2020

Previous article

Dua Bus Timnas Masih Menganggur di Parkiran Hotel Fairmont TC Belum Jelas

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *